Kamis, Maret 5

Alternatif Software Adobe untuk Linux

Sama seperti sistem operasi lain, Linux juga mempunyai aplikasinya sendiri. Beberapa aplikasi yang jalan di sistem operasi linux juga terkadang jalan di sistem operasi lain (windows dan mac misalnya). Selain itu, banyak diantaranya berlisensi open source sehingga mau mengintip sumber kodenya dan ikut serta dalam pengembangannya juga diperbolehkan tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Adobe Linux


Nah berikut ini alternatif atau persamaan dari beberapa software multimedia yang berada didalam bundel Adobe Creative Suite yang berbayar. Beberapa software memiliki sedikit perbedaan jika dibandingan dengan software keluaran Adobe. Walau begitu software berikut tetap memiliki fungsi yang sama.

Adobe Photoshop

Adobe Photoshop adalah sebuah aplikasi editor grafis berbasis raster. Aplikasi ini biasa digunakan untuk editing foto. Alternatif yang tersedia untuk Linux antara lain :
  • GIMP
    Walaupun aplikasi ini bersifat free open source, namun keunggulan dan kehandalannya patut untuk dipertimbangkan. Sudah banyak fotografer professional maupun desainer grafis yang menggunakan aplikasi ini sebagai aplikasi utamanya.
  • Krita
    Krita awalnya berasal dari lingkungan desktop KDE. Namun saat ini krita bisa dipasang di lingkungan desktop lain seperti GNOME atau XFCE. Aplikasi ini mengkhususkan diri sebagai aplikasi digital painting. Salah satu contoh karya yang menggunakan Krita adalah web comic karya David Revoy yang bisa dibaca di websitenya.

Adobe Illustrator

Adobe Illustrator adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat grafis berbasis vektor. Persamaan aplikasi ini di Linux antara lain:
  • Inkscape
    Kemampuannya dalam mengolah gafis berbasis vektor memang sudah tidak diragukan lagi. Aplikasi ini memiliki tampilan yang sedikit mirip dengan CorelDRAW sehingga pengunaanya mudah bahkan untuk yang baru pertama kali mencoba.

Adobe Premiere

Aplikasi yang biasa digunakan untuk video editing. Aplikasi sejenis dengan Adobe Premiere pada platform Linux antara lain:
  • OpenShot
    Aplikasi ini memiliki tampilan yang sederhana sehingga penggunaanya sangat mudah. Walaupun memiliki tampilan yang sederhana, aplikasi ini memiliki kemampuan yang tidak kalah hebat dalam mengolah video.
  • KDEnlive
    Sama seperti Krita, awalnya dikembangkan untuk lingkungan desktop KDE. Namun karena kemampuannya yang baik dalam mengolah video, aplikasi ini sekarang dapat berjalan pada lintas platform.

Adobe AfterEffect

Biasa digunakan untuk editing film atau video pasca produksi untuk membuat atau memberikan efek khusus. Efek khusus yang bisa dilakukan misalnya seperti dari tangan aktor keluar sinar laser untuk menyerang musuhnya. Pada platform Linux, aplikasi yang memiliki kemampuan setara dengan Adobe AfterEffect antara lain:
  • Natron
    Memilik fungsi dan cara kerja yang mirip dengan Adobe After Effect. Perbedaannya jika After Effect menggunakan tampilan timeline, Natron menggunakan node untuk mengoperasikannya.
  • Blender
    Walaupun dikenal sebagai aplikasi 3d, blender juga dapat digunakan untuk video compositing. Selain itu Blender juga bisa digunakan untuk pembuatan game, CAD, dan sebagainya.

Adobe InDesign

Aplikasi ini digunakan sebagai aplikasi Desktop Publishing. Orang biasanya menggunakan aplikasi ini untuk membuat majalah, tabloid, brosur dan sebagainya. Software open source yang mempunyai kemampuan sama dengan Adobe InDesign antara lain:
  • Scribus
    Aplikasi ini memiliki fungsi yang setara dengan Adobe InDesign walaupun sifatnya yang sebagai free open source software. Aplikasi ini biasa digunakan untuk pembuatan majalah, tabloid bahkan bisa digunakan untuk pembuatan html walaupun dengan beberapa keterbatasannya.

Adobe Dreamweaver

Biasa digunakan oleh web developer dalam pembuatan website. Dengan aplikasi ini kita bisa membuat file html, css, php hingga jquery. Persamaan dengan aplikasi sejenis yang bisa berjalan di platform linux antara lain:
  • Aptana
    Aplikasi ini digunakan untuk membuat halaman web. Aplikasi ini support untuk HTML5, CSS3, dan Jquery.
  • Sea Monkey
    Jika kurang menyukai Aptana, Sea Monkey Composer juga bisa menjadi alternatif untuk membuat halaman web. Berbeda dengan Aptana, Sea Monkey Composer adalah aplikasi pengembangan web dengan WYSIWYG (What You See Is What You Get).

Adobe Audition / Soundbooth

Adobe Audition (Sebelumnya Cool Edit Pro) adalah sebuah aplikasi yang ditujukan untuk editing suara. Sempat digantikan oleh Adobe Soundbooth pada CS 4 namun kembali menggunakan nama Audition pada CS6. Alternatif aplikasi ini yang berjalan pada platform linux antara lain:
  • Audacity Aplikasi ini digunakan untuk editing suara. Aplikasi ini dapat mengubah tempo, pitch dan lain sebagainya.
  • LMMS LMMS adalah singkatan dari Linux Multimedia Studio. Aplikasi ini sebenarnya digunakan untuk membuat instrumen musik sama seperti Fruity Loops.

Adobe Flash Professional

Aplikasi ini bisa dibilang serbaguna dikarenakan selain bisa digunakan untuk membuat animasi, aplikasi ini juga bisa digunakan untuk membuat aplikasi interaktif. Beberapa aplikasi yang fungsinya mirip dan bisa berjalan pada platform linux antara lain:
  • Synfig Studio
    Aplikasi ini digunakan untuk membuat animasi dengan berbasiskan vektor.
  • Tupi
    Berbeda dengan synfig yang menggunakan vektor, Tupi dapat membuat animasi 2D tradisional dengan support bitmap maupun vektor.
  • Gdevelop
    Sama dengan Flash, Aplikasi ini biasa digunakan untuk membuat game. Yang berbeda jika flash outputnya berupa file flash, maka Gdevelop outputnya berupa HTML5. Yang menarik walaupun tanpa kemampuan coding HTML pun orang masih bisa menggunakannya.

Adobe Encore

Biasa digunakan untuk DVD authoring. Aplikasi yang berjalan pada platform Linux yang mempunyai fungsi sejenis adalah:
  • DVD Styler
    DVDStyler adalah aplikasi authoring DVD. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk membakar DVD agar bisa diputar pada DVD playerdan membuat menu DVD.
Demikian beberapa aplikasi alternatif software Adobe untuk linux. Selain pada platform linux, beberapa aplikasi diatas juga bisa berjalan pada platform Windows ataupun Mac OSX. Soal mana yang lebih baik semuana tergantung penggunaanya.

Author:

Bregejil yang suka menggambar bebas dan mulai tertarik menggunakan Inkscape (dan GIMP tentunya) serta Ubuntu untuk menggambar hal hal random. Mencoba berbagi pengalaman memakai Linux dan software didalamnya untuk berkreasi.

1 komentar:

Pertanyaan, koreksi, diskusi dan sebagainya silahkan di tulis di kolom komentar